Polemik Wartawan dan Guru Memasuki Babak Baru, TH Tunjuk LBH PGRI sebagai Kuasa Hukum

GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Setelah menjadi sorotan dalam sejumlah pemberitaan media online beberapa hari terakhir, seorang guru berinisial TH yang diduga terlibat dalam polemik dengan seorang wartawan akhirnya angkat bicara.

Melalui sambungan WhatsApp kepada Garutnewstoday, TH memberikan respons atas upaya konfirmasi yang sebelumnya dilakukan redaksi terkait pemberitaan yang berkembang.

Dalam pesannya, TH mengaku baru dapat membalas komunikasi yang disampaikan media dan menjelaskan bahwa persoalan tersebut kini telah diserahkan kepada tim kuasa hukum dari LBH PGRI Kabupaten Garut.

“Iya Pak, gimana Pak? Saya sudah ditangani oleh LBH PGRI. Mohon maaf saya baru bisa membalas,” ujar TH melalui pesan WhatsApp, Minggu (31/5/2026).

Tak hanya itu, TH juga menyampaikan permohonan maaf serta alasan dirinya belum banyak memberikan keterangan kepada media.

Menurutnya, ia khawatir terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi, khususnya karena keterbatasan dalam menyampaikan maksud dan penjelasan yang tepat.

Dalam pesan berbahasa Sunda yang diterima redaksi, TH menuliskan:

“Hapunten Bapak. Abdi bilih lepat nyarios, sanes Abdi alim tepang. Abdi sareng Bu KS tos ngadamel kuasa ka LBH PGRI Garut, mangga wae tepangan Bpk Anton. Hapunten Bpk.”

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, pesan tersebut bermakna:

“Maaf Bapak. Saya takut salah bicara, bukan tidak mau bertemu. Saya bersama Ibu Kepala Sekolah sudah membuat kuasa kepada LBH PGRI Garut. Silakan saja menemui Bapak Anton. Mohon maaf Pak.”

Pernyataan tersebut menjadi respons pertama dari pihak yang bersangkutan setelah sebelumnya sejumlah upaya konfirmasi dari media belum mendapatkan jawaban.

Dengan adanya kuasa hukum yang telah diberikan kepada LBH PGRI Garut, TH mengisyaratkan bahwa seluruh komunikasi terkait polemik yang berkembang akan dikoordinasikan melalui pendamping hukum yang telah ditunjuk.

Sementara itu, polemik yang mencuat belakangan ini masih menjadi perhatian sejumlah kalangan, terutama karena menyangkut hubungan antara dunia pendidikan dan profesi pers di Kabupaten Garut.

Hingga saat ini, proses komunikasi dan klarifikasi antara para pihak masih berlangsung. Garutnewstoday tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, maupun penjelasan tambahan sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Perkembangan lebih lanjut terkait persoalan ini akan terus dipantau dan diberitakan secara proporsional sesuai fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *