GARUTNEWSTODAY.ID – Garut – Polemik dugaan penahanan ijazah di SMK PGRI Pakenjeng, Kabupaten Garut, yang sempat menjadi perhatian publik di medsos kini dinyatakan telah selesai. Pihak sekolah menegaskan bahwa ijazah yang menjadi pokok persoalan telah diberikan kepada pemiliknya. Selanjutnya, pihak PGRI Pakenjeng berencana melakukan tabayun bersama perwakilan keluarga pada Jumat (14/8) sebagai upaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Dari pihak keluarga, Miftah selaku perwakilan menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/8) berlangsung secara spontan. Ia juga menegaskan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat intimidasi maupun tekanan dari pihak mana pun. Penjelasan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Saya spontan saja ketika ke SMK itu, tak ada intimidasi, namun saya kecewa karena TU dan Guru bahasa inggris yang berbohong, padahal sudah bertanya mau ketemu sama kepala Sekolah dan TU, menjawabnya tidak ada dan tidak tahu, tapi sudahlah”. Ujar Miftah.
Sementara itu, pihak PGRI Pakenjeng menyatakan persoalan tersebut telah selesai dan ijazah sudah diserahkan. Dengan demikian, tidak terdapat lagi persoalan terkait keberadaan ijazah yang perlu diperdebatkan. Kedua pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi dan menghindari kesalahpahaman yang berpotensi memperkeruh hubungan antara keluarga dan pihak sekolah.
“Perihal ijazah sudah di serahkan pada waktu itu juga, dan adapaun untuk Jumat kita ngobrol tabayun aja biar tidak ada kesalahpahaman.” Ujar Perwakilan PGRI.
Agenda tabayun pada Jumat (14/8) tersebut akan diarahkan sebagai ruang islah dan klarifikasi, bukan untuk memperpanjang polemik. Pertemuan diharapkan dapat mempertemukan kedua belah pihak untuk menyampaikan informasi secara terbuka, saling memahami kronologi, serta memastikan persoalan yang sempat muncul dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi persoalan baru.
Penyelesaian melalui tabayun dan musyawarah menjadi langkah penting dalam menjaga suasana pendidikan tetap kondusif. Semua pihak diharapkan mengedepankan komunikasi, kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, serta menghormati hak dan kepentingan peserta didik. Dengan ijazah telah diberikan dan agenda islah dijadwalkan, polemik ini diharapkan benar-benar berakhir secara damai tanpa meninggalkan kesalahpahaman di kemudian hari.
***Red
Polemik Penahanan Ijazah di SMK PGRI Pakenjeng Telah Selesai, PGRI Siapkan Tabayun


















