GARUTNEWSTODAY.ID – Garut – Warga Kampung Galumpit, RW 24, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, mengaku resah dengan keberadaan tumpukan limbah berupa potongan-potongan kulit yang diduga berasal dari aktivitas industri penyamakan kulit. Limbah tersebut ditemukan di area tanah irigasi yang berada di lingkungan permukiman warga serta di sekitar fasilitas jalan lingkungan yang menjadi akses masyarakat.
Kondisi di lokasi menunjukkan potongan-potongan kulit menumpuk dalam jumlah cukup banyak dan sebagian telah berserakan serta menggunung di atas lahan yang berkaitan dengan fasilitas lingkungan warga. Keberadaan limbah tersebut dikhawatirkan mengganggu kondisi area sekitar, terutama fungsi tanah irigasi dan akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat.
Menurut keterangan warga, tumpukan limbah tersebut bertambah dalam waktu relatif singkat. Bahkan, dalam kurun waktu sekitar tiga hari, volume potongan kulit yang berada di lokasi disebut meningkat hingga membentuk tumpukan yang cukup besar. Kondisi tersebut kemudian memicu keresahan masyarakat sekitar.
Keprihatinan itu disampaikan Asep Hermawan kepada GarutNewsToday, Sabtu (12/9/2026). “Selain mengganggu keindahan dan kenyamanan lingkungan, keberadaan limbah di area fasilitas umum dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi tanah irigasi, saluran air, serta akses jalan lingkungan,” ujar Asep.
Warga berharap pemerintah kelurahan, kecamatan, dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan asal-usul, jenis, serta dampak limbah tersebut terhadap lingkungan. Masyarakat juga meminta agar tumpukan limbah segera ditangani apabila terbukti berada di area fasilitas umum dan berpotensi mengganggu kepentingan warga.
Asep menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan aksi jika pemerintah abai terhadap kondisi hari ini lingkungannya.
“Kami akan melakukan aksi demonstrasi jika pemerintah diam dan abai terhadap kondisi yang ada hari ini berkaitan dengan pencemaran limbah kulit”. Pungkasnya.
***Red


















