Pian Sopyana Kritisi Dewan Pendidikan di Tengah Dinamika Korwil Dan Persoalan Pendidikan Garut

GARUTNEWSTODAY.ID – Garut— Kinerja Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mendapat sorotan dari Pian Sopyana (Pisop). Sorotan tersebut disampaikan di tengah dinamika mengenai Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan serta sejumlah isu yang berkembang dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Garut.

Pernyataan Pian Sopyana tersebut merupakan pandangan dan penilaian narasumber, sehingga diperlukan klarifikasi dari pihak Dewan Pendidikan maupun instansi terkait untuk memperoleh gambaran yang berimbang.

Pian Sopyana menilai Dewan Pendidikan Kabupaten Garut memiliki posisi strategis dalam mengawal penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, Dewan Pendidikan tidak cukup hanya menjalankan fungsi kelembagaan secara administratif, tetapi perlu hadir ketika muncul persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Di tengah berbagai persoalan pendidikan yang muncul, masyarakat tentu bertanya sejauh mana Dewan Pendidikan menjalankan fungsi dan perannya,” ujar Pian Sopyana.

Pernyataan tersebut merupakan opini atau penilaian narasumber, bukan kesimpulan redaksi mengenai kinerja Dewan Pendidikan.

Pisop juga menyoroti dinamika Korwil. Menurut dia, apabila terdapat evaluasi terhadap keberadaan maupun kinerja Korwil, proses tersebut semestinya dilakukan secara objektif dan berbasis indikator yang terukur.

Ia mempertanyakan sejauh mana hasil evaluasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai persoalan pendidikan di tingkat kewilayahan sekaligus menghasilkan rekomendasi perbaikan.

Pisop kemudian menyampaikan kritik yang lebih tajam terhadap Dewan Pendidikan.

“Jangan hanya bersolek maupun memoles dengan retorika. Persoalan pendidikan di Garut membutuhkan kerja konkret, data yang jelas, dan keberanian untuk menyampaikan kritik maupun rekomendasi secara objektif,” tegasnya.

Menurut Pisop, ukuran keberhasilan lembaga bukan hanya terlihat dari kegiatan maupun pernyataan yang disampaikan kepada publik, melainkan dari kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan pendidikan.

Pandangan tersebut sepenuhnya merupakan pendapat narasumber. GarutNewsToday tidak menyimpulkan bahwa Dewan Pendidikan hanya melakukan kegiatan seremonial atau menggunakan retorika tanpa kerja nyata, sebelum terdapat data maupun keterangan yang mendukung kesimpulan tersebut.

Pisop juga mendorong Dewan Pendidikan untuk lebih terbuka mengenai program kerja, hasil kajian, rekomendasi, serta bentuk advokasi yang telah dilakukan.

Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana lembaga tersebut menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.

“Publik tidak membutuhkan banyak retorika. Publik membutuhkan bukti bahwa Dewan Pendidikan benar-benar bekerja dan hadir ketika pendidikan Garut menghadapi persoalan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Pian Sopyana terhadap kondisi yang ia soroti. Untuk memastikan bagaimana kinerja Dewan Pendidikan sebenarnya, diperlukan data mengenai program, kegiatan, rekomendasi, serta hasil kerja lembaga tersebut.

Terlepas dari kritik yang disampaikan Pisop, berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Garut perlu dilihat berdasarkan data, fakta lapangan, dan keterangan dari pihak-pihak yang berwenang.

Demikian pula dengan dinamika Korwil. Informasi mengenai evaluasi, kebijakan, maupun perubahan struktur dan kewenangan Korwil perlu dikonfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut serta pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Dalam konteks tersebut, kritik Pian Sopyana dapat menjadi bagian dari diskursus publik mengenai bagaimana tata kelola pendidikan di Kabupaten Garut perlu diperbaiki. Namun, kritik atau opini narasumber tidak secara otomatis menjadi fakta jurnalistik.

Garutnewstoday membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, maupun pihak lain yang berkaitan dengan isu tersebut.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *