GARUTNEWSTODAY.ID – BANDUNG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Ghifari (Unfari) menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Komitmen itu ditegaskan dalam pembukaan KKN Berdampak Kelompok 39 di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Kamis (16/7/2026).
Di hadapan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, perangkat desa, para kepala dusun, serta puluhan mahasiswa peserta KKN, Dekan FISIP Unfari, Dr. Dina, S.IP., M.IP., menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata tidak boleh berhenti sebagai agenda akademik tahunan atau sekadar kegiatan seremonial.
“KKN harus menjadi laboratorium pengabdian yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa harus meninggalkan jejak perubahan yang dapat dirasakan warga, bukan sekadar laporan akhir,” tegasnya.
Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 39, Dr. Dina menekankan bahwa mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan sosial secara langsung, membangun komunikasi dengan masyarakat, hingga merancang program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi desa.
Menurutnya, mahasiswa harus menjadi motor penggerak pembangunan berbasis partisipasi masyarakat, sehingga program KKN benar-benar menghasilkan dampak yang terukur dalam peningkatan kapasitas warga, penguatan kelembagaan desa, hingga tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dina juga memperkenalkan sekaligus menyosialisasikan visi besar Universitas Al-Ghifari yang berpijak pada tiga pilar utama, yakni Keislaman, Kesundaan, dan Kewirausahaan.
Ia menjelaskan, ketiga nilai tersebut menjadi identitas sekaligus arah pengembangan seluruh aktivitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa Unfari bukan hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial, melestarikan budaya Sunda sebagai identitas bangsa, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal agar mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap kehadiran mahasiswa KKN menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Al-Ghifari kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengabdian.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat keberadaan Unfari, sehingga ke depan Universitas Al-Ghifari menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya,” Pungkas Dr. Dina.
Kepala Desa Wargaluyu, Sulaeman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Al-Ghifari menjadikan Desa Wargaluyu sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Ia menyatakan seluruh jajaran pemerintah desa siap mendukung dan berkolaborasi dengan 30 mahasiswa KKN Kelompok 39, agar berbagai program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini melahirkan inovasi, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara desa dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sebagai penegasan komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Desa Wargaluyu dan Universitas Al-Ghifari. Kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan desa yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkarakter, berbudaya, inovatif, dan mandiri.
***Red


















