GARUTNEWSTODAY.ID – KABUPATEN BANDUNG – Universitas Al-Ghifari resmi memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Tahun 2026 di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Camat Ibun, Cucu Sri Rahayu, S.T., M.Si., sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sinergi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat.
Sebanyak mahasiswa peserta KKN akan melaksanakan pengabdian di lima desa, yakni Desa Ibun, Desa Mekarwangi, Desa Lampegan, Desa Laksana, dan Desa Dukuh. Selama beberapa pekan ke depan, para mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai program pemberdayaan yang disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan, potensi, serta persoalan di masing-masing desa.
Koordinator KKN Tematik Berdampak, Adam Darmawan, M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini mengusung grand design bertajuk “Transformasi Ibun Berbasis Literasi Digital, Ekonomi Mandiri, dan Tata Kelola Modern.”
Menurutnya, konsep tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni penguatan ekonomi melalui pelatihan pencatatan keuangan dan digitalisasi UMKM, modernisasi tata kelola desa melalui pendampingan administrasi publik berbasis digital, serta penguatan karakter sosial melalui edukasi kesehatan, literasi digital, dan penyelenggaraan sekolah literasi.
“Mahasiswa dari kelima desa akan menyatukan hasil pemetaan dan identifikasi aset desa untuk merumuskan satu Program Intervensi Strategis (PIS) berskala kecamatan. Sementara program lainnya tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa,” ujar Adam.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Al-Ghifari, Iwan Ardiansyah, S.E., M.M., M.A.P., yang mewakili pihak universitas menegaskan bahwa KKN merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa solusi dan inovasi bagi masyarakat, bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik.
“Kami berharap mahasiswa Universitas Al-Ghifari selalu menjunjung tinggi nilai berilmu, berakhlak, berbudaya, dan berkarya dalam setiap aktivitas pengabdian. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, kolaborasi, dan karya nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di Desa Ibun, Diah Apriliani, M.I.Pol., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menyatakan siap mendampingi mahasiswa selama proses KKN berlangsung. Pendampingan akan difokuskan pada pengembangan potensi desa melalui pendekatan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Diah, Desa Ibun memiliki potensi besar di sektor kuliner, perkebunan, UMKM, hingga industri kreatif yang perlu diperkuat melalui digitalisasi usaha dan strategi pemasaran yang lebih luas.
“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator dalam memperkuat ekonomi lokal dengan menghadirkan inovasi, digitalisasi usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk masyarakat,” ungkapnya.
Pembukaan KKN Tematik Berdampak 2026 oleh Sekretaris Camat Ibun menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa berbasis inovasi.
Melalui program ini, Universitas Al-Ghifari berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program-program yang berdampak nyata, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, serta membangun masyarakat Kecamatan Ibun yang semakin mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
***Red


















