FISIP Al-Ghifari Merambah Desa! Bidik Kolaborasi PMB, Riset dan Pengabdian di 11 Desa Binaan BPP Kutawaringin

GARUTNEWSTODAY.ID – BANDUNG, – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Ghifari terus memperluas kiprahnya dalam penguatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kali ini, FISIP Universitas Al-Ghifari melakukan kunjungan resmi ke Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya membawa misi sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, tetapi juga menjajaki peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan menyasar 11 desa binaan BPP Kutawaringin.

Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Universitas Al-Ghifari, Dr. Dina, didampingi Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Iin Endah Setyawati dan Sekretaris Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Diah Apriliani. Turut hadir jajaran dosen FISIP, yakni Ika, Dr. Diki, dan Dr. Dudung.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Kutawaringin yang berkantor di Desa Jatisari.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Dina menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat pedesaan.

“Selain memperkenalkan program PMB, kami juga ingin membangun kolaborasi riset dan pengabdian yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Potensi penguatan kelembagaan kelompok tani serta tata kelola administrasi desa menjadi ruang kerja sama yang sangat relevan dengan keilmuan FISIP,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kampus dan lembaga penyuluhan pertanian dapat melahirkan berbagai program inovatif yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam penguatan organisasi, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan desa.

Sementara itu, pihak PPL BPP Kecamatan Kutawaringin menyambut positif inisiatif yang dibangun oleh FISIP Universitas Al-Ghifari. Mereka menilai keterlibatan akademisi sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani serta mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di lapangan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui penyusunan kerja sama formal yang diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat desa.

Dengan langkah ini, FISIP Universitas Al-Ghifari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *