GARUTNEWSTODAY.ID – Garut – Setelah kurang lebih satu bulan menjalankan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, KKN Kelompok 1 STISIP Samudera Indonesia Selatan resmi melakukan penutupan sekaligus berpamitan kepada Pemerintah Desa Panyindangan pada Kamis (20/8).
Momen perpisahan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Bagi para mahasiswa, satu bulan berada di tengah masyarakat Desa Panyindangan bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik, tetapi menjadi pengalaman berharga untuk belajar, mengabdi, berinteraksi, sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat dan luas.
Suasana haru terasa ketika mahasiswa dan Pemerintah Desa saling menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf. Sebab, setiap pertemuan pada akhirnya akan sampai pada sebuah perpisahan, namun setiap pengabdian selalu meninggalkan jejak dan kenangan yang sulit di lupakan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 1, Ade Burhanudin, S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Panyindangan beserta seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa STISIP Samudera Indonesia Selatan dengan penuh kehangatan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Panyindangan dan seluruh masyarakat atas sambutan, kehangatan, penerimaan, serta kerja sama yang diberikan kepada mahasiswa selama satu bulan penuh,” ujar Ade Burhanudin.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri, tetapi juga oleh keterbukaan dan dukungan masyarakat serta pemerintah desa sebagai mitra pengabdian dalam berkolaborasi.
Ia berharap berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Desa Panyindangan dapat menjadi bekal berharga, baik dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka ke depan.
“Semoga apa yang telah dilakukan mahasiswa selama KKN dapat memberikan manfaat. Mungkin tidak semuanya sempurna, tetapi kami berharap kehadiran mereka dapat meninggalkan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi Desa Panyindangan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Panyindangan, Nanang Kosim, mewakili Kepala Desa menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah berproses dan berbaur bersama masyarakat selama satu bulan.
Nanang juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat pelayanan dari pihak pemerintah desa yang dirasakan masih kurang maksimal.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa. Mohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN pelayanan dari Pemerintah Desa Panyindangan masih kurang maksimal. Insyaallah, kehadiran KKN STISIP Samudera Indonesia ini bisa memberikan dampak positif bagi desa,” ungkap Nanang.»
Ia berharap hubungan yang telah terbangun selama pelaksanaan KKN tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan desa. Sebaliknya, komunikasi dan silaturahmi diharapkan tetap terjaga di lapangan.
Ketua Kelompok KKN 1, Abdul Wahid Mizan, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Panyindangan dan masyarakat yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka selama menjalankan KKN.
Dengan penuh harapan, Abdul Wahid Mizan mendoakan agar Desa Panyindangan ke depan semakin maju, berkembang, dan sukses dalam membangun masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas semua penerimaan, bantuan, dan kebaikan yang diberikan kepada kami selama berada di Desa Panyindangan. Semoga ke depan Desa Panyindangan semakin sukses, semakin maju, dan semakin berkembang,” tutur Abdul Wahid Mizan.
Perpisahan KKN Kelompok 1 STISIP Samudera Indonesia Selatan dengan Pemerintah Desa Panyindangan menjadi penanda berakhirnya satu rangkaian pengabdian, sekaligus awal dari perjalanan baru bagi para mahasiswa.
Satu bulan mungkin terasa singkat. Namun, dalam waktu tersebut telah tumbuh kebersamaan, terjalin komunikasi, lahir berbagai pengalaman, serta tercipta kenangan yang tidak mudah dilupakan.
Mahasiswa datang membawa ilmu dari kampus. Di Desa Panyindangan, mereka belajar bahwa ilmu tidak hanya berada di ruang kelas yang berjarak. Ilmu juga tumbuh dari percakapan bersama warga, dari kehidupan masyarakat, dari persoalan desa, dari gotong royong, dan dari ketulusan orang-orang yang menerima mereka sebagai bagian dari keluarga.
Namun, yang pulang bukan hanya mahasiswa dari sebuah lokasi KKN. Mereka pulang membawa cerita, pengalaman, persahabatan, dan pelajaran kehidupan yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik serta pengabdian mereka di masa mendatang.
Begitu pula Desa Panyindangan, semoga tetap menyimpan kenangan tentang anak-anak muda yang pernah datang untuk belajar sekaligus mengabdi.
***GNT
Sebulan Mengabdi, KKN Kelompok 1 STISIP Samudera Indonesia Selatan Pamit dari Desa Panyindangan: Tinggalkan Kenangan, Bawa Harapan


















