Akhirnya! Murid SDN 1 Margamulya Tak Lagi Angkut Air, Sebab PUPR Dan BPBD Garut Salurkan 50 Pipa

GARUTNEWSTODAY.ID – Cisompet – Kabar menggembirakan datang dari SD Negeri 1 Margamulya, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Perjuangan para guru dan siswa yang selama musim kemarau harus bergotong royong mengangkut air bersih akhirnya mendapat perhatian dan solusi nyata dari pemerintah Kabupaten Garut.

Pihak sekolah mengucapkan terimakasih atas bantuan Dinas PUPR Kabupaten Garut bersama BPBD Kabupaten Garut, yang telah memberikan bantuan pipa sebanyak 50 batang untuk membantu mengalirkan sumber air menuju lingkungan sekolah.

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga sekolah. Pasalnya, selama musim kemarau, anak-anak harus ikut mengangkut air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari di sekolah.

Guru SDN 1 Margamulya, Heri Herdiana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Garut yang telah merespons kebutuhan sekolah.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR dan BPBD Garut atas bantuan pipa sebanyak 50 buah. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini anak-anak tidak perlu lagi setiap hari mengangkut air untuk kebutuhan sekolah,” ungkap Heri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR dan BPBD Garut atas bantuan pipa sebanyak 50 buah. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini anak-anak tidak perlu lagi setiap hari mengangkut air untuk kebutuhan sekolah,” ungkap Heri.

Menurutnya, sumber air yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah berasal dari lokasi mata air milik Pak Lili. Dengan adanya jaringan pipa tersebut, air dari sumber mata air diharapkan dapat dialirkan menuju tempat penampungan di sekolah sehingga kebutuhan air bersih warga sekolah dapat terpenuhi dengan lebih mudah.

Sebelumnya, pemandangan guru dan siswa mengangkut air menjadi potret perjuangan SDN 1 Margamulya menghadapi musim kemarau demi terpenuhinya kebutuhan air bagi seluruh warga sekolah.

Anak-anak yang seharusnya menggunakan waktu dan tenaganya untuk belajar terpaksa ikut mengambil air sebelum jam pelajaran di mulai. Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah pemberitaan mengenai perjuangan warga sekolah mendapatkan air bersih mendapat respons dari berbagai pihak.

Kini, 50 batang pipa yang telah tiba menjadi simbol perubahan. Dari sebelumnya anak-anak harus memikul jeriken dan ember, ke depan mereka diharapkan cukup membuka keran dan mendapatkan air dari sumber mata air.

Heri berharap proses pemasangan jaringan pipa dapat segera dituntaskan sehingga bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

“Kini  pemasangannya sudah selesai dan airpun telah mengalir sampai ke sekolah. Ini sangat membantu kami dan anak-anak,” katanya.

Apa yang terjadi di SDN 1 Margamulya menjadi bukti bahwa perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar pendidikan dapat memberikan dampak langsung bagi anak-anak.

Dan hari ini, perjuangan anak-anak Margamulya yang sebelumnya harus memanggul air perlahan berubah menjadi harapan baru dan bukti nyata dari perjuangan hingga air mengalir, anak-anak kembali fokus belajar, dan sekolah dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih layak.

Warga sekolah pun berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terus terjaga agar persoalan air bersih tidak lagi menjadi hambatan bagi pendidikan anak-anak di wilayah pelosok Garut.

Dari jeriken berganti jadi pipa, dari perjuangan menuju perubahan. Semoga air benar-benar mampu meningkatkan perubahan lebih baik ke sekolah.

***GNT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *