TNI  

TNI Hadir Atasi Krisis Air! Pangdam III/Siliwangi Resmikan Sumur Bor di Cipicung, 165 Titik Tersebar di Garut

GARUT, garutnewstoday.id – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap air bersih terus dilakukan melalui program pembangunan sumur bor di Kabupaten Garut. Terbaru, Pangdam III/Siliwangi meresmikan sumur bor air bersih di Desa Cipicung, Kecamatan Bayuresmi, Kabupaten Garut, Senin (24/8/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Program penyediaan sarana air bersih tersebut dilaksanakan melalui jajaran Kodim 0611/Garut, Korem 062/Tarumanagara, dan Kodam III/Siliwangi.

Berdasarkan keterangan dalam kegiatan tersebut, pembangunan sumur bor telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Garut dengan total 165 titik. Seluruh sumur bor tersebut disebut telah selesai dibangun dan berfungsi untuk dimanfaatkan masyarakat.

Pangdam: Air Bersih Menyangkut Kualitas Hidup Masyarakat

Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat.

«“Air adalah kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kualitas kehidupan masyarakat. Kehadiran sumur bor ini memberikan akses terhadap sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”»

Menurutnya, pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

«“Pembangunan sumur bor menjadi salah satu bentuk solusi atas kebutuhan warga sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.”»

Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Tokoh Masyarakat

Peresmian sumur bor di Desa Cipicung turut dihadiri jajaran pimpinan dan unsur terkait, di antaranya Pangdam III/Siliwangi, Danrem, Asisten Kasdam/Korem, Dandim 0611/Garut beserta jajaran, perwakilan Bupati Garut, Kapolres Garut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kepala Unit BRI Bayuresmi, unsur Muspika Kecamatan Bayuresmi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Cipicung.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penyediaan air bersih tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas sektor.

Tak Hanya Sumur Bor, Ada Santunan dan Kegiatan Budaya

Rangkaian kegiatan peresmian juga diisi dengan aksi sosial dan kegiatan kemasyarakatan.

TNI bersama pihak terkait menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa serta membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni budaya lokal yang melibatkan Sanggar Bentang, Pemuda Suligar, karang taruna, dan pemuda Bayuresmi. Madrasah Aliyah setempat juga turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan.

Warga Sambut Gembira

Bagi masyarakat Desa Cipicung, keberadaan sumur bor tersebut menjadi kabar baik. Akses terhadap air bersih yang sebelumnya relatif sulit kini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan ibadah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Air bersih yang dulu susah didapat, kini ada di depan mata. Terima kasih kepada Bapak TNI dan seluruh pihak yang telah membangunkan sumur ini,” ungkap salah seorang warga.

165 Titik Sumur Bor, Tantangan Berikutnya Pemeliharaan

Peresmian sumur bor di Desa Cipicung menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan akses air bersih di Kabupaten Garut.

Dengan 165 titik sumur bor yang disebut telah beroperasi di seluruh kecamatan, program tersebut diharapkan mampu mengurangi persoalan keterbatasan air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki akses sumber air terbatas.

Namun, pembangunan infrastruktur air bersih tidak berhenti pada tahap peresmian. Keberlanjutan manfaat sangat bergantung pada pemeliharaan, pengelolaan, ketersediaan energi, kualitas air, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut.

Karena itu, keberadaan 165 titik sumur bor perlu diikuti dengan sistem monitoring dan pemeliharaan yang berkelanjutan agar fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

GarutNewsToday akan terus mengawal informasi mengenai pemanfaatan dan keberlanjutan sarana air bersih tersebut agar pembangunan yang telah dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *