GARUTNEWSTODAY.ID – Garut – Pemandangan yang seharusnya tidak lagi terjadi di dunia pendidikan Jawa Barat kini tersaji di SD Negeri 1 Margamulya, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Di saat anak-anak sekolah lain dapat belajar dengan nyaman, para siswa di sekolah ini justru harus memanggul jeriken, ember, hingga galon demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sekolah.
Musim kemarau yang melanda wilayah Garut Selatan membuat sumber air di sekitar sekolah semakin sulit diperoleh. Akibatnya, guru dan siswa harus bergotong royong mengangkut air hampir setiap hari agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Ironisnya, perjuangan tersebut bukan dilakukan sekali atau dua kali, melainkan telah menjadi rutinitas setiap musim kemarau.
Guru SDN 1 Margamulya, Heri Herdiana, mengatakan seluruh warga sekolah terpaksa bahu-membahu mencari air demi memenuhi kebutuhan dasar di lingkungan sekolah.
“Setiap hari kami bersama anak-anak harus mengangkut air. Air ini dipakai untuk kebutuhan toilet, mencuci tangan, kebersihan sekolah, hingga kebutuhan lainnya. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar sekolah kami memiliki akses air bersih yang layak,” ungkapnya.
Pemandangan siswa sekolah dasar yang mengangkat jeriken berisi air seolah menjadi potret nyata bahwa masih ada sekolah di Jawa Barat khususnya Garut yang berjuang bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga memperjuangkan kebutuhan paling mendasar untuk bisa belajar.
Air bersih merupakan hak dasar setiap warga negara, terlebih bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan. Namun, di SDN 1 Margamulya, hak tersebut masih harus diperjuangkan dengan tenaga dan keringat setiap hari.
Kondisi ini juga menjadi gambaran bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa daerah terdampak kekeringan, namun masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Melalui pemberitaan ini, garutnewstoday.id mengajak Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PUPR, BPBD, PDAM Tirta Intan Garut, perusahaan melalui program CSR, organisasi sosial, komunitas kemanusiaan, serta para dermawan untuk bersama-sama membantu menghadirkan solusi nyata bagi SDN 1 Margamulya.
Bantuan yang sangat dibutuhkan antara lain pembangunan sumur bor, pipanisasi, penampungan air (tandon), maupun distribusi air bersih secara rutin selama musim kemarau.
Anak-anak ini tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin belajar di sekolah yang memiliki air bersih. Jangan biarkan jeriken menjadi bagian dari perlengkapan wajib sekolah mereka. Sudah saatnya negara, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat hadir memberikan solusi, agar masa depan mereka tidak ikut mengering bersama datangnya musim kemarau.
***Red


















