GARUTNEWSTODAY.ID – Garut- Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada 8 September 2026, Sabuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cipeundeuy menggelar kegiatan literasi yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman SDN 4 Bojong, Rabu (9/9/2026), dengan menghadirkan konsep lapak baca terbuka. Puluhan siswa-siswi tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca berbagai koleksi buku yang telah disediakan.
Aksi menumbuhkan minat baca tersebut dimotori langsung oleh Apit, Founder Sabuk TBM Cipeundeuy, bersama timnya. Mereka menggelar lapak baca sederhana beralaskan terpal merah di area sekolah.
Beragam buku bacaan anak disusun dan ditata sedemikian rupa sehingga mudah diakses oleh para siswa. Suasana pun terlihat berbeda dari kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Para siswa duduk melingkar sambil membaca dan menikmati buku pilihan mereka.
Semangat Literasi di Halaman Sekolah
Kegiatan lapak baca tersebut menjadi ruang alternatif bagi siswa untuk mengenal buku dan membangun kebiasaan membaca dalam suasana yang lebih santai.
Kehadiran Sabuk TBM Cipeundeuy juga menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak harus berlangsung di dalam ruang perpustakaan. Ruang terbuka di lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku.
Apit mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai momentum memperingati Hari Literasi Internasional, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap akses bacaan bagi anak-anak.
«“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati Hari Literasi Internasional, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan akses buku bacaan berkualitas kepada anak-anak di pelosok, khususnya para siswa SDN 4 Bojong,” ujar Apit.»
Menurutnya, semakin dekat anak-anak dengan buku, semakin besar pula peluang tumbuhnya budaya membaca sejak usia dini.
Sabuk TBM Cipeundeuy berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lingkungan pendidikan dan ruang publik. Upaya tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa membaca bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan aktivitas yang menyenangkan dan dapat membuka wawasan generasi muda.
Melalui lapak baca sederhana tersebut, semangat literasi diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Literasi Internasional, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
***Red


















