GARUTNEWSTODAY.ID – Garut – Perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mekarsari, Moch. Dadi Ali, memberikan klarifikasi resmi melalui sambungan whatsapp terkait isu yang menyebutkan bahwa ruangan fasilitas pendidikan tersebut dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan tabung gas pada Rabu, (9/9).
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman akibat kendala teknis di lapangan.
Klarifikasi ini disampaikan Dadi di tengah perjalanannya dari Cilacap menuju Garut, menyusul mencuatnya kabar kurang sedap terkait keberadaan dan operasional PKBM Mekarsari.
Menurut Dadi, selama ini fasilitas PKBM Mekarsari memang masih menumpang di gedung koperasi setempat. Terkait temuan tumpukan tabung gas di ruangan PKBM, ia menjelaskan bahwa hal tersebut bersifat darurat.
Kendaraan operasional pendistribusi gas milik koperasi mengalami kerusakan (mogok), sehingga tabung-tabung gas tersebut terpaksa ditumpuk sementara di ruangan yang sama dengan kantor PKBM, bukan karena ruangan tersebut diubah menjadi gudang gas.
“Sistem pembelajaran dan kantor PKBM memang masih bergabung dengan koperasi. Kemarin ada mobil distribusi gas yang rusak, jadi untuk sementara ditumpuk di ruangan tersebut,” jelas Dadi.
Lebih lanjut, Dadi memaparkan bahwa tujuan awal pendirian PKBM Mekarsari murni untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di kawasan Rancabuaya. Ia melihat fenomena tingginya angka putus sekolah di tingkat SMP hingga SMA karena masyarakat lebih memilih langsung bekerja melaut demi pendapatan yang dinilai cukup tinggi.
Melalui koperasi yang memiliki kepentingan di sektor nelayan, Dadi berinisiatif mendirikan PKBM agar para nelayan tetap bisa mendapatkan ijazah dan pendidikan yang layak.
Ia menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di PKBM Mekarsari adalah nyata dan memiliki siswa didik. Namun, ia mengakui bahwa pengelolaan fasilitas selama ini belum optimal karena masih bercampur dengan aktivitas koperasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan solusi atas polemik ini, Dadi berjanji akan segera memisahkan fasilitas PKBM dengan koperasi.
“Ke depannya, antara koperasi dan PKBM harus terpisah. Dalam satu atau dua hari ini, saya akan memindahkan PKBM ke ruangan baru yang jauh lebih layak dan sudah disiapkan. Bangunan tersebut utuh dan khusus diperuntukkan bagi PKBM,” tegasnya.
Terkait urusan manajerial, Dadi mengakui bahwa kesibukannya membuat ia harus mendelegasikan operasional sehari-hari kepada stafnya. Namun penanggung jawab masih Solih.
Ia juga berkomitmen untuk menanggung segala kekurangan biaya operasional agar PKBM dapat berjalan mandiri.
Dadi berharap klarifikasi ini dapat meluruskan pemberitaan dan persepsi negatif di masyarakat. Ia meminta pihak-pihak terkait untuk membantu menyelesaikan kesalahpahaman ini agar niat baik PKBM dalam mengakomodasi pendidikan nelayan Rancabuaya yang putus sekolah tidak terhambat oleh isu yang tidak tepat.
***Red
Bantah Jadikan Tempat Belajar Sebagai Gudang Gas, Perwakilan PKBM Mekarsari Klarifikasi: Akan Segera Pindah Ke Gedung Baru


















