Heboh! Diduga Data Ijazah Palsu Di SMP PGRI Mekarmukti, Siswa Terancam Gagal Kuliah, Keluarga Desak Dinas Pendidikan Turun Tangan

GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Dugaan permasalahan administrasi pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Garut. Kali ini, keluarga seorang siswa berinisial A yang pernah menempuh pendidikan di SMP PGRI Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut segera turun tangan menyelidiki dugaan ketidaksesuaian data ijazah yang disebut telah menghambat kelanjutan pendidikan anak mereka.

Menurut keterangan orang tua siswa berinisial D, persoalan tersebut mulai terungkap saat anaknya hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dalam proses administrasi yang dijalani, dokumen ijazah yang dimiliki siswa disebut mengalami kendala verifikasi sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian data pendidikan yang tercantum.

“Kami sudah berupaya meminta penjelasan dan penyelesaian kepada pihak sekolah. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan yang benar-benar menyelesaikan persoalan ini. Dampaknya sangat besar karena anak kami terhambat melanjutkan pendidikan,” ujar D selaku orang tua kepada garutnewstoday.

Keluarga mengaku telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait dokumen pendidikan tersebut. Namun menurut mereka, upaya tersebut belum menghasilkan solusi yang dapat memberikan kepastian bagi masa depan pendidikan siswa.

Permasalahan ini semakin menjadi perhatian keluarga karena menyangkut hak pendidikan seorang anak. Mereka berharap ada langkah cepat dan transparan dari instansi terkait untuk memastikan seluruh data pendidikan yang tercatat sesuai dengan dokumen yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak ingin ada siswa yang dirugikan karena persoalan administrasi. Yang kami harapkan hanyalah kejelasan dan penyelesaian sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Atas dasar itu, keluarga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bersama instansi terkait melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data dan dokumen pendidikan yang menjadi pokok persoalan. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, mereka berharap segera dilakukan langkah korektif sesuai mekanisme yang berlaku agar hak pendidikan siswa tetap terlindungi.

Selain meminta perhatian pemerintah daerah, keluarga juga berharap kasus ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap tata kelola administrasi pendidikan sehingga kejadian serupa tidak kembali menimpa peserta didik lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP PGRI Mekarmukti belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan permasalahan data ijazah yang disampaikan keluarga siswa. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah guna memperoleh penjelasan dan pandangan dari semua pihak yang terkait.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut masa depan pendidikan seorang siswa serta pentingnya akurasi dan validitas administrasi pendidikan sebagai bagian dari pelayanan publik yang harus dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

***Aser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *