Rp1,35 Miliar Digelontorkan, Kepastian Tempat Belajar Siswa SDN 3 Mekarmukti Masih Menunggu Hasil Musyawarah

GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Proyek revitalisasi SDN 3 Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, dengan nilai anggaran sekitar Rp1,35 miliar mulai bergulir. Namun, menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, masyarakat masih menantikan kepastian mengenai lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) selama proses pembangunan berlangsung.

Sorotan tersebut muncul karena hingga saat ini belum ada pengumuman resmi kepada orang tua siswa mengenai mekanisme maupun lokasi pembelajaran sementara selama revitalisasi sekolah dilaksanakan. Kondisi itu memunculkan berbagai pertanyaan terkait kesiapan pelaksanaan KBM pada awal tahun ajaran baru.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN 3 Mekarmukti, Ade Jalaludin, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar memang belum dimulai karena siswa masih berada dalam masa libur sekolah.

“Acan mulai masuk sekolahna oge, Pa. Baru besok abdi rapat guru pikeun hal éta,” ujar Ade Jalaludin, S.Pd., melalui pesan WhatsApp.

Ade Jalaludin menjelaskan bahwa pihak sekolah baru akan menggelar rapat bersama dewan guru pada Senin, 6 Juli 2026. Rapat tersebut akan membahas mekanisme pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama proses revitalisasi berlangsung, termasuk kemungkinan penentuan lokasi belajar sementara apabila diperlukan.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai tempat maupun pola pembelajaran selama pembangunan berlangsung. Seluruh kebijakan akan diputuskan melalui musyawarah internal sekolah dengan mempertimbangkan agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.

Meski demikian, masyarakat berharap hasil rapat tersebut dapat segera disampaikan secara terbuka kepada para orang tua murid. Mengingat tahun ajaran baru sudah di depan mata, kepastian mengenai lokasi belajar menjadi informasi penting bagi siswa, guru, maupun wali murid agar proses pendidikan dapat berjalan tanpa kendala.

Dari perspektif administrasi publik, revitalisasi sekolah tidak hanya dinilai dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kesiapan penyelenggara pendidikan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat. Perencanaan pembangunan idealnya disertai skema pembelajaran sementara yang jelas sehingga tidak menimbulkan kebingungan maupun ketidakpastian di tengah masyarakat.

Besarnya nilai proyek yang mencapai sekitar Rp1,35 miliar juga menjadi perhatian publik. Transparansi mengenai progres pembangunan serta kesiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dinilai merupakan bagian dari akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Garutnewstoday akan terus memantau perkembangan hasil rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, termasuk keputusan mengenai lokasi pembelajaran sementara bagi siswa SDN 3 Mekarmukti selama proses revitalisasi dilaksanakan.

Hingga keputusan tersebut ditetapkan, masyarakat masih menantikan kepastian agar pembangunan sekolah dapat berjalan seiring dengan terjaminnya hak pendidikan seluruh peserta didik. Di tengah besarnya investasi negara untuk peningkatan sarana pendidikan, publik berharap pembangunan fisik juga diikuti dengan perencanaan yang matang sehingga proses belajar mengajar tidak kehilangan arah sejak hari pertama tahun ajaran baru dimulai.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *