GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Wacana pembentukan Kabupaten Garut Utara kembali mendapat penguatan dari kalangan akademisi dan pegiat pemekaran daerah. Sekretaris Umum PM GATRA, Ir. Dede Salahudin, MM, menegaskan bahwa perjuangan membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak semata berbicara soal administrasi pemerintahan, melainkan tentang perubahan cara berpikir masyarakat dalam membangun masa depan wilayahnya.
Dalam tulisan reflektif berjudul “Kesadaran Akan Ketertinggalan: Awal Perjuangan Garut Utara”, Dede menyebut bahwa tidak ada perjuangan besar yang lahir tanpa diawali oleh kesadaran bahwa sebuah daerah masih menghadapi ketertinggalan yang harus diakui dan diperbaiki.
Menurutnya, Garut Utara sejatinya memiliki seluruh modal dasar untuk berkembang menjadi daerah yang maju. Wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, kekayaan sumber daya alam, masyarakat religius, hingga lahirnya banyak tokoh nasional dari kawasan tersebut menjadi bukti bahwa Garut Utara bukanlah daerah yang miskin potensi.
«”Garut Utara memiliki modal intelektual dan modal moral yang sangat kuat. Dalam ungkapan sederhana, otaknya menteri, hatinya santri,” tulis Dede.»
Namun demikian, ia menilai ketertinggalan yang masih dirasakan masyarakat bukan disebabkan minimnya kemampuan sumber daya manusia ataupun keterbatasan potensi daerah. Persoalan utama justru terletak pada cara berpikir kolektif dalam memandang perubahan dan masa depan.
Ia mengkritisi kecenderungan masyarakat yang terlalu lama merasa nyaman dengan kondisi yang ada, sehingga perubahan sering diperdebatkan tetapi jarang dipersiapkan secara serius. Akibatnya, berbagai momentum pembangunan berlalu begitu saja sementara daerah lain terus berkembang.
Lebih jauh, Dede menegaskan bahwa kegagalan berpikir bukan berarti rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat. Sebaliknya, kegagalan berpikir terjadi ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan dibanding kepentingan bersama, ketika data dan kajian ilmiah dikalahkan oleh persepsi, serta ketika mempertahankan status quo dianggap lebih aman daripada menciptakan perubahan.
Menurutnya, selama puluhan tahun perjuangan pembentukan Kabupaten Garut Utara memang dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari regulasi hingga kebijakan moratorium pembentukan daerah baru. Namun ia menilai tantangan terbesar justru berada di internal masyarakat sendiri, yakni membangun kesadaran bahwa ketertinggalan tidak boleh diterima sebagai sebuah takdir.
Ia mengingatkan bahwa setiap tahun keterlambatan pembangunan memiliki konsekuensi nyata. Mulai dari terbatasnya akses pelayanan publik, jauhnya rentang pelayanan pemerintahan, lambatnya pertumbuhan ekonomi, tertundanya investasi, hingga hilangnya peluang kerja bagi masyarakat.
Karena itu, perjuangan Garut Utara harus dimaknai lebih luas daripada sekadar pembentukan kabupaten baru. Perjuangan tersebut merupakan gerakan transformasi pola pikir menuju pembangunan yang lebih strategis, berbasis ilmu pengetahuan, kepentingan kolektif, dan keberanian mengambil keputusan demi generasi mendatang.
“Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan selalu diawali oleh keberanian berpikir berbeda. Daerah tidak akan maju hanya karena memiliki sumber daya, tetapi karena memiliki masyarakat dan pemimpin yang mampu membaca zaman serta berani mengambil keputusan untuk masa depan,” tegasnya.
Di akhir tulisannya, Dede mengajak seluruh elemen masyarakat Garut Utara untuk memasuki babak baru perjuangan, yakni membangun kesadaran bersama bahwa perubahan merupakan kebutuhan, bukan ancaman.
Baginya, perjuangan Garut Utara bukan hanya tentang lahirnya sebuah daerah otonom baru, melainkan tentang membangun peradaban baru yang berlandaskan ilmu pengetahuan, persatuan, serta kesejahteraan masyarakat.
“Daerah tidak akan pernah maju hanya karena memiliki potensi. Daerah akan maju ketika masyarakatnya memiliki keberanian mengakui ketertinggalannya, memperbaiki cara berpikirnya, dan bersama-sama memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
***Red
Ir. Dede Salahudin: Perubahan Besar Berawal dari Keberanian Mengakui Ketertinggalan, Begitupun Garut Utara


















