GARUTNEWSTODAY – Garut – Komite Sekolah SMP Negeri 1 Pakenjeng, Kabupaten Garut, menggelar musyawarah bersama orang tua/wali peserta didik baru untuk membahas kebutuhan atribut sekolah tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut berlangsung secara musyawarah dan menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara yang disetujui oleh para peserta pada Selasa, (4/8/2026).
Dalam musyawarah tersebut, disepakati rincian kebutuhan atribut dan perlengkapan siswa baru sebagai berikut: Atribut sekolah: Rp90.000, Kaos olahraga: Rp135.000, Baju batik: Rp125.000, Baju muslim: Rp110.000, Sampul rapor: Rp50.000, Foto: Rp25.000, Perbaikan lapangan: Rp50.000, Sehingga total kebutuhan yang disepakati sebesar Rp585.000 per siswa.
Ketua Komite SMPN 1 Pakenjeng, Hariyono, menjelaskan bahwa hasil musyawarah tersebut telah dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa.
“Semua biaya tersebut dapat dibayarkan secara bertahap atau dicicil sesuai kemampuan orang tua. Kesepakatan ini telah dituangkan dalam berita acara hasil musyawarah,” ujar Hariyono.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pakenjeng, R. Irwan Nurdin, menegaskan bahwa pengadaan atribut tersebut tidak bersifat memaksa. Menurutnya, sekolah memberikan keleluasaan kepada orang tua apabila ingin membeli perlengkapan dari luar atau memanfaatkan seragam yang masih layak pakai milik kakak kelas.
“Kalaupun ada yang tidak setuju dan ingin membeli dari luar, atau masih memiliki seragam bekas kakak kelas yang masih layak digunakan, tentu diperbolehkan. Tidak ada unsur paksaan. Kesepakatan harga yang ada merupakan hasil musyawarah dan mufakat bersama orang tua siswa,” ujar R. Irwan Nurdin kepada garutnewstoday.
Pihak sekolah berharap hasil musyawarah tersebut dapat menjadi solusi yang mengedepankan prinsip kebersamaan, keterbukaan, serta memberikan kemudahan bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan peserta didik baru tanpa mengesampingkan kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
***Red


















