GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Polemik terkait dugaan permasalahan administrasi ijazah yang melibatkan seorang alumni berinisial AA terus menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai informasi yang berkembang, Kepala Sekolah SMK Mekarmukti akhirnya memberikan klarifikasi terkait posisi sekolah dalam persoalan tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak sekolah, SMK Mekarmukti telah berupaya membantu proses validasi ijazah AA sesuai kewenangan yang dimiliki lembaga pendidikan tersebut.
“Kami sudah berusaha membantu dan melakukan pengecekan serta validasi terhadap dokumen yang bersangkutan. Namun setelah dilakukan penelusuran, persoalan yang muncul bukan berada pada masa pendidikan di SMK Mekarmukti,” ujar pihak sekolah.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan administrasi yang dilakukan, data selama AA berada di SMK Mekarmukti dinyatakan sesuai dengan dokumen yang tersedia di sekolah.
Namun demikian, terdapat sejumlah hal yang memerlukan penelusuran lebih lanjut pada riwayat pendidikan sebelumnya. Karena itu, pihak sekolah menilai akar persoalan perlu ditelusuri sejak jenjang pendidikan yang ditempuh sebelum masuk ke SMK Mekarmukti.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Yang jelas, ketika data di SMK diperiksa, kami telah memberikan keterangan sesuai dokumen yang ada. Jika terdapat persoalan administrasi yang lebih awal, tentu harus ditelusuri pada lembaga pendidikan sebelumnya,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan langsung SMK Mekarmukti dengan dugaan permasalahan ijazah yang sedang menjadi sorotan.
Meski demikian, pihak sekolah menyatakan siap mendukung apabila terdapat proses klarifikasi lebih lanjut dari instansi terkait maupun aparat penegak hukum guna memastikan seluruh data pendidikan yang berkaitan dengan AA dapat terverifikasi secara objektif.
Sementara itu, sejumlah pemerhati pendidikan menilai polemik ini harus menjadi momentum untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap riwayat administrasi peserta didik dari jenjang awal hingga akhir pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan berbagai pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kesimpulan resmi dari instansi berwenang mengenai penyebab utama munculnya permasalahan administrasi yang dipersoalkan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak yang berwenang.
***Red


















