GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Di tengah arus perubahan zaman, keberadaan lembaga pendidikan yang mampu memadukan nilai keilmuan, keagamaan, dan kepedulian sosial menjadi kebutuhan yang semakin penting. Hal itulah yang terus diwujudkan Yayasan Al-Huda Cihanja, Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, melalui berbagai kiprah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Momentum Hari Raya Iduladha tahun ini kembali menjadi cerminan kuat bagaimana Yayasan Al-Huda Cihanja tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan berbasis pesantren modern, tetapi juga sebagai rumah kepedulian sosial bagi warga sekitar. Seperti tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, yayasan kembali menggelar penyembelihan hewan kurban dengan penuh semangat kebersamaan.
Tahun ini, sebanyak 3 ekor sapi dan 18 ekor domba disembelih di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al-Huda Cihanja, Kampung Cihanja, Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar pesantren serta menjangkau warga di empat kampung tetangga, sebagai bentuk nyata semangat berbagi dan penguatan nilai kemanusiaan.
Bagi masyarakat sekitar, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, kurban yang dilaksanakan Yayasan Al-Huda telah menjadi simbol hadirnya kepedulian yang konsisten, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.

Di balik tumbuh dan berkembangnya Yayasan Al-Huda Cihanja, terdapat figur Ir. H. Dede Salahudin, M.M, Ketua Yayasan yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat Karangtengah dengan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan, sosial, dan pengabdian publik. Dede Salahudin juga pernah dipercaya mengemban amanah sebagai anggota DPRD Garut dari Fraksi PKS periode 2019–2024.
Meski pernah berada di panggung politik, Dede Salahudin tetap menempatkan pendidikan sebagai salah satu medan pengabdian utamanya. Melalui Yayasan Al-Huda, ia terus berupaya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam moral, spiritual, dan kepedulian sosial.
Kepiawaiannya dalam mengelola lembaga pendidikan berbasis pesantren modern sekaligus menjaga hubungan sosial dengan masyarakat menjadikan Yayasan Al-Huda terus berkembang dan mendapat kepercayaan luas. Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa keberadaan yayasan ini telah menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekitar.
Momentum Iduladha kali ini pun menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga melalui keteladanan, empati, dan aksi nyata berbagi kepada sesama.
Dari Cihanja, semangat itu terus tumbuh mengajarkan arti pengorbanan, memperkuat pendidikan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat. Yayasan Al-Huda membuktikan bahwa ketika pendidikan berpadu dengan kepedulian, manfaatnya akan terasa jauh melampaui batas lembaga.
***Ridwan


















