GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Seorang warga Kampung Dangdeur, Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, mengaku kewalahan menghadapi kondisi anaknya yang mengalami gangguan jiwa diduga akibat sering menjadi korban bullying atau perundungan.
Seorang anak Perempuan berinisial SN kini menjadi perhatian warga sekitar setelah keluarga menyampaikan harapan agar ada bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk penanganan kesehatan mental sang anak.
Orang tua korban mengungkapkan bahwa anaknya sebelumnya dalam kondisi sehat seperti anak-anak pada umumnya. Namun, perlahan mengalami perubahan perilaku setelah diduga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan pergaulannya.
“Mohon bantunya Pak, bagi warga Pakenjeng beranak lima kewalahan menahan amarah anaknya yang ke-2 akibat gangguan jiwa, awalnya sehat akibat sering dibuli,” ujar akun tiktok @gitasugiarto981 kepada Garutnewstoday.
Keluarga mengaku sudah berupaya merawat dan menjaga anak tersebut semaksimal mungkin. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi serta kondisi emosional keluarga membuat mereka berharap adanya pendampingan dari dinas sosial, tenaga kesehatan maupun pemerintah setempat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bullying bukan persoalan sepele. Dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan mental dan emosional. Gangguan kesehatan mental akibat perundungan juga kerap membuat korban mengalami perubahan sikap, mudah marah, menarik diri hingga kehilangan kontrol emosi.
Warga berharap ada langkah nyata dari pihak terkait agar anak tersebut bisa mendapatkan penanganan medis maupun pendampingan psikologis yang layak, sehingga kondisinya dapat berangsur membaik.
Pihak redaksi garutnewstoday tengah menginformasi kepada pihak-pihak terkait guna memberikan informasi dan membantu pendampingan kesehatan mental sang anak.
***Red


















