GARUTNEWSTODAY.ID – Pakenjeng — Puluhan warga di Kedusunan Maniis, Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hingga kini masih bertahan di rumah masing-masing meski sejumlah bangunan dilaporkan mengalami pergeseran dan retakan akibat pergerakan tanah.
Kondisi tersebut membuat warga berada dalam situasi serba sulit. Di satu sisi mereka khawatir terhadap keselamatan akibat kondisi rumah yang terus mengalami perubahan, namun di sisi lain mereka mengaku tidak memiliki pilihan lain karena belum tersedia posko maupun tempat penampungan bagi warga terdampak.
Salah seorang warga, Dedi, mengatakan dirinya bersama sejumlah warga memilih tetap bertahan karena tidak mempunyai tempat lain untuk mengungsi.
“Kami bertahan dan beberapa warga di rumah yang sudah banyak yang bergeser ini karena tak punya pilihan. Semoga Pak KDM bisa meninjau lokasi ini,” ujar Dedi.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Ujang. Ia berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat datang langsung melihat kondisi warga di Kedusunan Maniis sekaligus memberikan perhatian dan bantuan.
“Kami sangat berharap besar kepada Bapak Aing, Gubernur Jawa Barat, untuk bisa meninjau lokasi langsung dan membantu kami, karena kami tak punya tempat mengadu,” ujar Ujang.

Kondisi pergerakan tanah tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga. Kepala Desa Talagawangi, Encang Yayat, mengungkapkan bahwa rumah yang ditempatinya juga mengalami dampak berupa pergeseran.
Menurut Encang, indikasi pergerakan dapat terlihat dari bagian keramik di depan rumahnya yang mengalami pergeseran sekitar 1–3 sentimeter.
“Rumah saya pun mengalami pergeseran maupun pergerakan rumah. Terlihat dari pergeseran keramik yang ada di depan rumah, sudah bergeser 1–3 cm,” ungkap Encang Yayat.
Ia mengatakan kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius karena pergeseran bangunan merupakan salah satu indikasi yang perlu diwaspadai, terlebih apabila pergerakan tanah masih berlangsung.
“Kondisi seperti ini tentu sudah harus siaga dan memitigasi. Namun, kami pun belum mendapatkan arahan dari pemerintah perihal harus bagaimana dan ke mana,” katanya.
Encang berharap pemerintah segera memberikan arahan teknis, langkah mitigasi, serta penanganan terhadap warga terdampak, sehingga masyarakat tidak dibiarkan menghadapi situasi tersebut tanpa kepastian.
Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat melakukan peninjauan langsung ke Talagawangi untuk melihat kondisi warga sekaligus fasilitas yang terdampak.
Persoalan ini menjadi semakin mendesak karena warga bukan hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kepastian mengenai keamanan tempat tinggal, lokasi evakuasi atau penampungan, serta langkah mitigasi apabila pergerakan tanah kembali meluas.
Warga kini berharap perhatian pemerintah segera hadir di Talagawangi sebelum kondisi pergerakan tanah menimbulkan dampak yang lebih besar.
***Red


















