GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (Pemuda Persis) Kabupaten Garut menegaskan bahwa penguatan institusi keluarga, pendidikan agama, serta pembinaan generasi muda merupakan langkah strategis dalam menjaga fitrah manusia dan memperkuat ketahanan moral masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani fenomena LGBT.
Menurut PD Pemuda Persis Garut, persoalan tersebut tidak cukup dipahami hanya sebagai isu hukum ataupun kebijakan publik. Lebih dari itu, fenomena tersebut juga berkaitan erat dengan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, lingkungan sosial, hingga kualitas pembinaan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi persoalan tersebut.
Tasykil Bidang Sosial PD Pemuda Persis Kabupaten Garut, Muhamad Zaenal Fikri, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, ia menilai upaya tersebut harus dibarengi dengan strategi pembinaan yang menyentuh akar persoalan.
“Kami menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga ketahanan moral masyarakat. Namun, upaya tersebut akan lebih efektif apabila dibarengi dengan penguatan keluarga, pendidikan agama, pembinaan karakter, serta ruang-ruang pembinaan yang sehat bagi generasi muda. Persoalan ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah,” ujarnya kepada garutnewstoday.id, Senin (20/7/2026).
Fikri menjelaskan, sikap organisasi yang diwakilinya berangkat dari pandangan Islam yang menempatkan penjagaan fitrah manusia sebagai prinsip fundamental dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengutip kandungan QS. Ar-Rum ayat 30 yang mengajarkan agar manusia tetap berada di atas fitrah yang telah ditetapkan Allah SWT. Selain itu, menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan konsep maqāṣid al-syarī’ah yang menempatkan perlindungan agama dan keturunan sebagai tujuan utama syariat.
“Menjaga fitrah manusia bukan hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga fondasi dalam membangun keluarga yang kokoh, masyarakat yang berakhlak, dan bangsa yang bermartabat,” katanya.
Sebagai organisasi kader dan dakwah, PD Pemuda Persis Kabupaten Garut menyatakan akan terus memperkuat berbagai program pembinaan kepemudaan, pendidikan keluarga, kajian keislaman, literasi digital, hingga pengabdian sosial sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, organisasi juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, masjid, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas kepemudaan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Dalam pernyataan resminya, PD Pemuda Persis Kabupaten Garut menegaskan lima poin sikap, yakni:
Pertama, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga ketahanan moral masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kedua, menegaskan bahwa menjaga fitrah manusia merupakan bagian dari ajaran Islam sekaligus fondasi membangun keluarga dan masyarakat yang berkeadaban.
Ketiga, mendorong penguatan pendidikan agama, pembinaan akhlak, ketahanan keluarga, dan perlindungan generasi muda sebagai langkah strategis pencegahan.
Keempat, mengajak pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif.
Dan kelima, menegaskan komitmen organisasi untuk terus menghadirkan dakwah, kaderisasi, pendidikan, dan pengabdian sosial sebagai kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Di akhir pernyataannya, Fikri mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengedepankan pendekatan pembinaan, edukasi, dan kolaborasi dalam membangun ketahanan moral masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.
“Ketika keluarga menjadi benteng pertama, pendidikan membentuk karakter, dan masyarakat saling menguatkan, maka kita sedang menjaga masa depan generasi sekaligus merawat peradaban bangsa, dan negara.” Pungkas Fikri.
***Red


















