Dugaan Oknum Ketua PKBM Insan Putra Mandiri Garut Jadi Operator Hampir 80 Persen PAUD/TK di Pakenjeng, GarutNewsToday Telusuri Fakta

GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Dugaan praktik perangkapan peran operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, mulai menjadi sorotan. Sejumlah pengelola PAUD dan TK mengaku keberatan dengan kondisi tersebut dan meminta persoalan ini mendapat perhatian dari pihak berwenang.

Berdasarkan keterangan beberapa pengelola PAUD/TK yang meminta identitasnya dirahasiakan, seorang oknum berinisial RA, yang diketahui menjabat sebagai Ketua PKBM Insan Putra Mandiri, diduga telah lama menjadi operator atau “joki operator” bagi sebagian besar lembaga PAUD, TK hingga PKBM di Kecamatan Pakenjeng.

Salah seorang narasumber menyebutkan bahwa hampir 80 persen pengelolaan administrasi Dapodik PAUD/TK di wilayah tersebut diduga ditangani oleh orang yang sama.

“Diduga sudah bertahun-tahun. Bukan hanya PAUD dan TK, tetapi juga beberapa PKBM. Hampir semua administrasi operator dikerjakan oleh beliau,” ujar salah seorang pengelola yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber lainnya menilai ketergantungan banyak satuan pendidikan kepada satu operator berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola administrasi serta independensi pengelolaan data apabila tidak dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan data referensi Kemendikdasmen, di Kecamatan Pakenjeng tercatat terdapat sekitar 116 satuan PAUD yang terdiri atas RA, Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), serta 22 PKBM yang terdaftar. Dengan jumlah lembaga tersebut, muncul pertanyaan mengenai mekanisme pengelolaan operator Dapodik di masing-masing satuan pendidikan.

Sebelum berita ini diterbitkan, GarutNewsToday telah menghubungi RA melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta konfirmasi atas informasi yang diperoleh.

Menanggapi upaya konfirmasi tersebut, RA membalas singkat pada Minggu (5/7/2026) pukul 18.39 WIB dengan pesan:

“Siap nuju di perjalanan.” Ujarnya

Satu menit kemudian, pada pukul 18.40 WIB, RA kembali mengirimkan pesan:

“Tos sampai di kabaran.” Pungkasnya.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, RA belum memberikan penjelasan maupun klarifikasi substantif terkait dugaan dirinya menjadi operator bagi sebagian besar PAUD/TK maupun PKBM di Kecamatan Pakenjeng.

GarutNewsToday masih terus mengumpulkan informasi tambahan, termasuk menelusuri data operator pada sejumlah satuan pendidikan serta meminta tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan pihak terkait lainnya guna memastikan pemberitaan tetap berimbang, akurat, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Apabila RA atau pihak-pihak lain yang disebutkan dalam berita ini memberikan penjelasan lebih lanjut, GarutNewsToday akan memuat hak jawab dan klarifikasi tersebut pada pemberitaan berikutnya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *