Perebutan Kursi Sekda Garut Memanas! Nama-Nama Kuat ASN Mulai Adu Pengaruh di Polling Publik

GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT. –  Aroma persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut mulai terasa panas. Meski proses seleksi terbuka (open bidding) baru dijadwalkan berlangsung Juli 2026, namun dinamika politik birokrasi di lingkungan Pemkab Garut kini mulai bergerak liar dan menjadi perbincangan hangat publik.

Masa pensiun Sekda Garut saat ini, H. Nurdin Yana, yang akan berakhir pada Oktober 2026, menjadi momentum besar yang dipandang akan menentukan arah mesin birokrasi Garut lima tahun ke depan. Sejumlah nama pejabat elite mulai bermunculan dan digadang-gadang bakal bertarung memperebutkan posisi strategis nomor satu di kalangan ASN tersebut.

Di tengah memanasnya spekulasi dan manuver politik birokrasi, platform media sosial Just Info Garut resmi merilis polling digital jilid II calon Sekda Garut 2026. Polling yang dimulai sejak 23 Mei hingga 20 Juni 2026 itu langsung menyedot perhatian publik dan menjadi ajang adu popularitas para pejabat eselon II di Kabupaten Garut.

Enam nama birokrat papan atas masuk dalam daftar polling dan disebut-sebut sebagai kandidat terkuat calon Sekda Garut. Mereka adalah:

1. Drs. Bambang Hafidz Arifin, M.Si — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Garut


2. H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si — Kepala DPMPTSP


3. dr. Leli Yuliani, M.Kes — Kepala Dinas Kesehatan


4. Ir. Agus Ismail, M.Si — Kepala Dinas PUPR


5. Ridwan Effendi, S.STP., M.Si — Kepala Disperindag ESDM


6. Ridzky Ridznurdhin, S.H., M.Ak — Kepala Bapenda



Munculnya nama-nama tersebut memicu beragam respons publik. Ada yang menilai pertarungan kali ini akan menjadi salah satu perebutan kursi Sekda paling sengit dalam beberapa tahun terakhir, mengingat masing-masing kandidat memiliki basis dukungan, rekam jejak, hingga kedekatan birokrasi yang berbeda-beda.

Penanggung Jawab Polling sekaligus Pemilik Akun Just Info Garut, Yadi Roqib Jabbar, menegaskan polling ini dibuat sebagai ruang partisipasi publik agar masyarakat ikut mengawal proses regenerasi birokrasi di Garut.

“Kami ingin masyarakat ikut terlibat dan tidak hanya menjadi penonton. Posisi Sekda sangat strategis karena menjadi motor penggerak birokrasi daerah. Maka publik juga berhak menyampaikan pandangan siapa figur yang dianggap paling layak,” ujar Yadi, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, keenam nama yang masuk polling bukan sosok sembarangan. Seluruhnya dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang cukup kuat dalam mengelola pemerintahan daerah.

Namun demikian, Yadi menegaskan polling ini bukan alat penentu, melainkan gambaran awal terkait persepsi dan dukungan publik terhadap figur calon sekda.

“Keputusan akhir tentu ada di tangan panitia seleksi resmi. Tapi dinamika polling ini menarik untuk dibaca, karena bisa menjadi indikator siapa figur yang paling mendapat simpati dan kepercayaan masyarakat Garut,” katanya.

Sementara itu, sejak polling diumumkan, media sosial mulai dipenuhi dukungan, kampanye halus, hingga perang opini antarpendukung kandidat. Bahkan, sejumlah ASN dan pengamat birokrasi mulai memprediksi akan muncul “kuda hitam” yang berpotensi mengubah peta persaingan menjelang open bidding Juli mendatang.

Kini publik menanti, siapa sosok yang akhirnya mampu merebut kepercayaan dan duduk di kursi Sekda Garut 2026 jabatan yang selama ini dikenal sebagai pusat kendali birokrasi dan jantung pemerintahan daerah.

***Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *