Rancapari Jadi Pusat Kemeriahan Agustusan! 76 Grup Tumpah Ruah di Turnamen Voli SBY Cup 2026

GARUT, garutnewstoday.id – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menggema di Lapangan Masyarakat Rancapari, Kampung Rancapari RT 02/RW 02, Desa Bagendit, Kecamatan Bayuresmi, Kabupaten Garut.

Suasana semakin meriah dengan digelarnya Turnamen Bola Voli SBY Cup 2026, Selasa (25/8/2026). Turnamen tersebut diikuti sebanyak 76 grup dari berbagai wilayah se-Kabupaten Garut, dengan total hadiah mencapai Rp10 juta ditambah berbagai hadiah hiburan.

Kegiatan yang digagas dan didukung oleh Haris Subiyantoro, atau yang akrab disapa Pak SBY, ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga. Turnamen menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang dikemas dengan semangat kebersamaan, gotong royong dan sportivitas.

Lapangan Rancapari sejak pagi hingga berlangsungnya pertandingan dipadati warga. Sorak-sorai penonton mengiringi setiap pertandingan, sementara anak-anak dan ibu-ibu turut menikmati berbagai kegiatan Agustusan yang digelar di lingkungan masyarakat.

Turnamen SBY Cup 2026 mempertandingkan sejumlah kategori dengan sistem yang berbeda.

Foto: SBY Cup

Untuk kategori putri bebas usia, pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi. Sementara kategori putra U-40 menggunakan sistem satu babak menuju delapan besar.

Adapun kategori putra U-45 menggunakan sistem gugur.

Dengan jumlah peserta mencapai 76 grup, turnamen ini menjadi salah satu kegiatan olahraga masyarakat yang cukup besar dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Bayuresmi.

Kemeriahan Agustusan di Rancapari tidak berhenti di lapangan voli.

Panitia bersama masyarakat juga menggelar jalan santai, gowes sepeda, serta berbagai perlombaan untuk anak-anak dan ibu-ibu.

Berbagai hadiah turut disiapkan, mulai dari dua unit sepeda, peralatan rumah tangga hingga beragam bingkisan menarik.

Kegiatan tersebut sengaja dibuat terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia.

Tujuannya sederhana, yakni menjadikan momentum HUT Kemerdekaan sebagai ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, mempererat persaudaraan serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Haris Subiyantoro selaku penggagas sekaligus donatur mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi untuk masyarakat.

“Kegiatan ini murni untuk kebersamaan warga dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Saya menyumbangkan sebagian dari kemampuan pribadi, dan saya sangat senang melihat warga juga antusias ikut menyumbang sukarela,” ujar Haris.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian dan gotong royong masyarakat.

“Ini bukti kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi semangat gotong royong kita,” katanya.

Hal senada disampaikan Hendi, Ketua Paguyuban Pangkas Rambut Rancapari. Ia mengatakan para pelaku usaha kecil, pemilik warung, toko dan masyarakat lainnya ikut memberikan dukungan secara sukarela.

“Kami pelaku usaha kecil, tukang pangkas, pemilik warung dan toko ikut menyumbang dengan sukarela. Harapan kami semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi, lebih banyak pesertanya, dan semakin mempererat persaudaraan kita semua,” ungkapnya.

Ketua panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan donatur yang telah memberikan dukungan.

“Sekecil apa pun bantuannya sangat berharga. Semangat kemerdekaan itu ada pada kebersamaan kita, bukan pada kemewahan acara,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Ibu-ibu datang membawa bekal dan menyaksikan pertandingan bersama anak-anak. Di pinggir lapangan, warga saling berbagi makanan dan minuman.

Sementara itu, anak-anak mengikuti berbagai perlombaan yang digelar di sejumlah titik lingkungan sekitar.

“Saya ikut gowes pagi tadi, sekarang nonton voli. Anak-anak juga ikut lomba. Seru sekali, setiap Agustus memang harus begini kita berkumpul, bersenang-senang, dan saling mengenal,” kata salah seorang warga.

Keterlibatan 76 grup dari berbagai penjuru Kabupaten Garut serta dukungan masyarakat, UMKM, Paguyuban Pangkas Rambut Rancapari, toko dan warung warga menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan masih menjadi ruang penting untuk membangun kohesi sosial.

Di tengah pertandingan, tawa anak-anak, sorak penonton dan semangat para atlet, HUT RI ke-81 di Rancapari menemukan makna yang lebih sederhana: kemerdekaan yang dirayakan bersama dan gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Di Lapangan Rancapari, kemerdekaan terasa dalam setiap sorakan, keringat para pemain, tawa anak-anak, serta tangan-tangan warga yang saling membantu.

Dari Rancapari untuk Indonesia: berbeda usia, berbeda latar belakang, tetapi satu semangat merayakan kemerdekaan dengan kebersamaan.

***GNT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *