GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Puncak Sagara di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Berada di ketinggian sekitar 2.132 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan wisata pegunungan ini mengalami lonjakan kunjungan wisatawan hingga 250 persen dibandingkan hari biasa.
Dikenal dengan panorama pegunungan yang memukau, hamparan lautan awan, udara pegunungan yang sejuk, serta pengalaman camping dan pendakian, Puncak Sagara kini semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Ketua Pengelola Puncak Sagara, Yana Mulyana, mengungkapkan bahwa pada hari biasa di luar akhir pekan jumlah kunjungan wisatawan dari luar Kabupaten Garut rata-rata hanya sekitar 20 orang per hari. Namun memasuki musim libur sekolah, angka tersebut melonjak menjadi sekitar 70 pengunjung per hari.
“Alhamdulillah, selama musim libur sekolah terjadi peningkatan kunjungan yang cukup tinggi. Pada hari biasa di luar akhir pekan sekitar 20 orang, sedangkan saat libur sekolah bisa mencapai sekitar 70 orang per hari,” ujar Yana Mulyana.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung tidak lepas dari semakin populernya Puncak Sagara di media sosial serta rekomendasi dari para pendaki yang sebelumnya telah menikmati keindahan kawasan tersebut.
Selain itu, kondisi cuaca yang relatif cerah selama beberapa pekan terakhir turut menjadi faktor pendukung. Pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan secara maksimal, termasuk fenomena lautan awan dan pemandangan Kawah Talaga Bodas yang dapat terlihat dari sejumlah titik di kawasan Puncak Sagara.
Tak hanya menjadi tujuan wisatawan domestik, Puncak Sagara kini juga mulai dikenal wisatawan asing. Pengelola mencatat dalam beberapa waktu terakhir kawasan tersebut telah dikunjungi wisatawan asal China, Jerman, dan Polandia yang datang untuk menikmati keindahan alam sekaligus merasakan sensasi pendakian di salah satu puncak terbaik di Garut.
“Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan pengunjung, dan mempertahankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama Puncak Sagara,” tambah Yana.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, pengelola telah melengkapi berbagai fasilitas, di antaranya area parkir kendaraan, toilet, mushola, gazebo dan tempat istirahat, warung kuliner, area camping, pusat informasi, hingga petugas pelayanan yang siap membantu pengunjung.
Meski jumlah wisatawan terus meningkat, aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Pengelola menerapkan prosedur pendakian yang harus dipatuhi setiap pengunjung, termasuk kewajiban menjaga kebersihan kawasan serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di lokasi wisata.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk bersama-sama menjaga kelestarian Puncak Sagara. Jangan merusak alam, jangan meninggalkan sampah, dan patuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. Keindahan alam ini merupakan aset bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, fasilitas yang semakin memadai, serta mulai hadirnya wisatawan mancanegara, Puncak Sagara dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan Kabupaten Garut.
Kolaborasi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat pengembangan kawasan wisata tersebut agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan sebagai daya tarik utamanya.
***Red


















