GARUTNEWSTODAY.ID – GARUT – Dunia pendidikan di Kabupaten Garut kembali diguncang gelombang polemik. Kali ini, Kecamatan Sucinaraja menjadi pusat sorotan publik setelah sederet persoalan pendidikan mencuat nyaris bersamaan dan memantik kegaduhan luas di media sosial.
Situasi tersebut kini berkembang menjadi perhatian serius masyarakat. Desakan agar Abdusy Syakur Amin turun langsung mengambil kendali pun semakin menguat, menyusul munculnya kritik terhadap tata kelola di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dinilai mulai kehilangan kepercayaan publik.
Sorotan terhadap Sucinaraja bukan tanpa sebab. Dalam beberapa pekan terakhir, publik dihebohkan dengan berbagai isu yang menyeret lingkungan pendidikan di wilayah tersebut. Mulai dari dugaan aktivitas sejumlah oknum kepala sekolah, operator, penilik hingga pengawas sekolah di luar tugas kedinasan saat jam kerja, polemik peliburan siswa secara sepihak di SDN Sukalaksana 1, hingga kontroversi penunjukan tugas tambahan (SPT) Korwil pendidikan yang ramai dipersoalkan di ruang publik.
Berbagai persoalan itu kini tidak lagi menjadi isu internal birokrasi pendidikan semata. Gelombang kritik terus membesar di media sosial, bahkan memunculkan tudingan lemahnya pengawasan dan pembinaan di tubuh Disdik Garut.
Penggiat media sosial Garut, Yadi Roqib Jabbar, menilai pemerintah daerah tidak boleh membiarkan polemik terus bergulir tanpa langkah nyata.
“Kalau persoalan terus dibiarkan tanpa penjelasan dan tindakan tegas, masyarakat akan membangun persepsinya sendiri. Hari ini publik semakin kritis melihat bagaimana pemerintah menjaga disiplin dan integritas birokrasi pendidikan,” ujar Yadi, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kegaduhan yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari persoalan yang dinilai lamban ditangani secara terbuka. Ia menilai, munculnya polemik demi polemik secara beruntun membuat masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga profesionalisme dunia pendidikan di Garut.
Karena itu, Yadi mendesak Bupati Garut segera mengambil alih koordinasi penanganan persoalan dengan mendorong Inspektorat Kabupaten Garut melakukan pemeriksaan cepat dan transparan terhadap berbagai isu yang berkembang.
“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang itu ketegasan. Kalau akar persoalan dibereskan, gaduh di media sosial juga akan reda. Tapi kalau dibiarkan, kepercayaan publik terhadap Disdik bisa makin jatuh,” tegasnya.
Di tengah derasnya sorotan publik terhadap dinamika pendidikan di Sucinaraja, masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Garut untuk meredam kegaduhan sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pendopo Garut terkait dorongan masyarakat agar Bupati turun langsung membenahi kisruh di tubuh Dinas Pendidikan Garut.
***Ridwan


















